Cerpen



BERKARYA
                Siskah adalah seorang anak seorang petani yang memiliki suara yang indah. Sekarang dia berada di kelas 3 SMA tepatnya di SMA Citra Damai. Siskah mempunyai ibu bernama Sumarnih, bapaknya bernama Sutejoh dan dia juga memiliki seorang adik bernama Sitih. Meskipun dia seorang anak petani, di sekolahnya Siskah juga murid yang cerdas dan memiliki banyak teman karena mudah bergaul, dia juga disenangi guru selain cerdas dia juga memiliki sikap yang sopan dan santun. Siskah mengikuti kegiatan ekstrakulikuler paduan suara di sekolahnya untuk mengasah suaranya.
                Setelah lulus SMA nanti, Siskah ingin melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi tapi apalah daya orang tuanya hanyalah seorang petani.” Siskah kamu yakin mau melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi” tanya emak “Siskah sih pengennya dilanjutkan mak” jawab Siskah  “Siskah, emak tau keinginan kamu, tapi emak dan abah cuma petani, dengan penghasilan yang tidak seberapa. Sedangkan biaya kuliah sekarang mahal, membiayai kamu SMA saja emak sudah kewalahan dengan Sitih sekolah dasar, apalagi membiayai kamu kuliah dapat uang dari mana emak”jelas emak, Siskah pun diam karena ibunya benar tentang sekolahnya.
Pada saat pulang sekolah Siskah berkumpul di ruang musik untuk latihan, karena pada tanggal 10 oktober nanti grup paduan suara SMA Citra Damai akan tampil dikota dalam perayaan hari pahlawan. pelatih paduan suara memanggil Siskah, dia pun menuju pelatihnya namanya Lina Suningsih yang biasa dipanggil bu Lina “ iya ada apa bu Lina?” “ini ada lomba menyanyi yang diselanggarakan oleh Universitas Seni, pada tanggal 13 oktober nanti, kamu mau ikut ga? Kalau mau nanti ibu daftarkan, dan juga kalau menang akan dapat beasiswa untuk sekolah disana tanpa membayar sepeser pun.” Ungkap pelatih panjang lebar. Siskah pun sangat tertarik dan sontak  langsug menjawab “aku bersedia ikut bu” kapan lagi ada lomba yang seperti itu untuk pelajar SMA.
Siskah memberi tahu kedua orang tuanya bahwa dia akan mengikuti lomba, tentu saja kedua orang tuanya sangat senang kalau anaknya mengikuti lomba seperti itu,dan pastinya kedua orang tuanya mendukung Siskah sepenuh hati dan berdoa setiap waktu. Pada tanggal 13 oktober Siskah sudah berada di ruang tunggu, untuk menunggu gilirannya datang, dia disana didampingi oleh pelatihnya dan kedua orang tuanya. Akhirnya giliran Siskah pun tiba, Siskah pun sedikit tegang tapi semua berjalan lancar. Dan pengumumannya akan diumumkan di mading yang ada diluar ruangan setelah satu minggu.
Setelah satu minggu menunggu hasil, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu para peserta datang juga. Sudah sangat ramai didepan papan pengumuman. Siskah menerobos peserta lain untuk melihat papan pengumuman dan ternyata namanya ada di papan pengumuman, dia pun bersyukur karena terpilih masuk semi final dengan 19 peserta lainnya. Dari sinilah perjuangan Siskah dimulai, dari 20 peserta disaring menjadi 10 peserta, terus disaring menjadi 5 peserta dan menjadi 3 besar. Siskah menuju babak final, perlombaan yang sangat sengit karena semua peserta bersuara indah dan merdu. Saat final kepala sekolahnya pun turut hadir untuk mendukung muridnya di ajang perlombaan tersebut. Atas doa dan dukungan dari teman, guru, orang tuanya sampai kepala sekolah dia berhasil menjadi juara pertama diperlombaan tersebut.
Setelah lulus SMA Siskah melanjutkan sekolahnya ke Universitas Seni dengan beasiswa yang dia peroleh dari perlombaan menyanyi, orang tuanya pun sangat bangga dengan prestasi yang diraih anaknya. Setelah 6 tahun berlalu, Siskah yang dulunya hanya seorang anak petani , sekarang berubah menjadi seorang produser musik yang terkenal di Indonesia.


by: Dini P.P.

Komentar